Minggu, 15 Februari 2026

Sejarah 14 Februari: Dari Tradisi Kuno hingga Hari Kasih Sayang Modern



Setiap tanggal 14 Februari, banyak orang di seluruh dunia mengenalnya sebagai Hari Valentine atau hari kasih sayang. Toko bunga penuh pesanan, cokelat menjadi hadiah favorit, dan media sosial dipenuhi ungkapan cinta. Namun, tahukah kita bahwa tanggal ini sebenarnya memiliki sejarah yang cukup panjang dan unik?

Perjalanan 14 Februari ternyata tidak langsung berkaitan dengan cokelat atau kartu ucapan, melainkan bermula dari tradisi kuno ribuan tahun lalu.

Jejak dari Romawi kuno

Sejarah mencatat bahwa masyarakat Roman Empire pernah merayakan sebuah festival pertengahan Februari bernama Lupercalia. Festival ini bertujuan sebagai ritual penyucian dan kesuburan. Perayaannya bersifat budaya dan kepercayaan lokal, jauh dari kesan romantis seperti sekarang.

Pada masa itu, masyarakat percaya bahwa bulan Februari adalah waktu yang baik untuk memulai kehidupan baru, termasuk pernikahan dan keluarga.

Munculnya kisah Santo Valentinus

Beberapa abad kemudian, muncul cerita tentang seorang tokoh Kristen bernama Saint Valentine. Ia dikenal sebagai pendeta yang membantu pasangan muda menikah secara diam-diam ketika pernikahan dilarang oleh pemerintah Romawi.

Karena tindakannya tersebut, ia dipenjara dan dihukum mati. Sejak saat itu, namanya dikenang sebagai simbol kesetiaan dan pengorbanan cinta.

Kemudian gereja di bawah Catholic Church menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari peringatan Santo Valentinus. Dari sinilah istilah Valentine’s Day mulai dikenal.

Dari tradisi religius menjadi budaya populer

Memasuki Abad Pertengahan di Eropa, 14 Februari mulai dikaitkan dengan musim kawin burung dan simbol percintaan. Para penyair dan penulis menjadikannya tema romantis. Lambat laun, masyarakat mulai saling bertukar surat cinta, bunga, dan hadiah.

Seiring perkembangan zaman dan pengaruh industri modern, Valentine berubah menjadi budaya global yang identik dengan:

  • cokelat
  • bunga mawar
  • kartu ucapan
  • hadiah romantis

Maknanya pun bergeser dari ritual kuno menjadi sekadar momen ekspresi kasih sayang.

Refleksi sederhana


Jika ditelusuri, 14 Februari bukanlah tradisi yang lahir secara universal, melainkan hasil perjalanan sejarah dari budaya Romawi, tradisi gereja, hingga komersialisasi modern.

Bagi sebagian orang, hari ini hanyalah simbol perhatian. Namun yang terpenting sebenarnya bukan tanggalnya, melainkan bagaimana kita mengekspresikan cinta dan kebaikan setiap hari.

Karena pada akhirnya, kasih sayang tidak membutuhkan satu hari khusus, ia tumbuh dari sikap tulus, kepedulian, dan hubungan yang saling menghargai.

Referensi

  • Encyclopaedia Britannica. Valentine’s Day: History and Facts.
  • Encyclopaedia Britannica. Lupercalia (Roman Festival).
  • Roman Martyrology – St. Valentine of Rome. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar