Sabtu, 14 Februari 2026

Peran Teknologi Sediaan Liquid dan Semi Solid dalam Penguatan Kompetensi Pendidikan Kefarmasian

Abstrak

Pengembangan sediaan farmasi tidak hanya berfokus pada zat aktif, tetapi juga pada desain bentuk sediaan yang menjamin stabilitas, efektivitas, keamanan, dan kenyamanan penggunaan obat. Sediaan liquid dan semi solid merupakan bentuk sediaan yang banyak digunakan dalam praktik klinis maupun industri farmasi, sehingga penguasaan konsep formulasi dan evaluasi mutunya menjadi kompetensi esensial bagi tenaga kefarmasian. Buku Teknologi Sediaan Liquid dan Semi Solid: Konsep, Formulasi, dan Evaluasi Mutu disusun sebagai sumber pembelajaran untuk mendukung penguatan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis mahasiswa farmasi dalam bidang teknologi sediaan. 

Artikel ini mengulas kontribusi buku tersebut sebagai bahan ajar dalam pendidikan kesehatan dan kefarmasian. Pendahuluan Teknologi farmasi merupakan cabang ilmu yang berperan penting dalam menjembatani ilmu dasar farmasetika dengan praktik produksi dan pelayanan kefarmasian. Keberhasilan terapi obat sangat dipengaruhi oleh karakteristik bentuk sediaan, karena sistem penghantaran obat menentukan bioavailabilitas, stabilitas, serta penerimaan pasien. Oleh karena itu, pendidikan farmasi perlu membekali mahasiswa dengan kompetensi formulasi dan pengendalian mutu sediaan secara komprehensif. Sediaan cair (liquid) dan semipadat (semi solid) termasuk bentuk sediaan yang paling sering digunakan, baik untuk rute oral maupun topikal. Kompleksitas sistem dispersi, interaksi bahan tambahan, serta parameter fisikokimia yang memengaruhi stabilitas menuntut pendekatan ilmiah yang sistematis dalam proses pembelajaran. 

Ruang Lingkup Materi Buku ini menyajikan pembahasan terstruktur mengenai prinsip-prinsip dasar formulasi sediaan liquid dan semi solid, meliputi larutan, sirup, suspensi, emulsi, eliksir, salep, krim, gel, dan pasta. Materi mencakup aspek fisikokimia bahan, pemilihan eksipien, metode pembuatan, perhitungan formula, serta evaluasi mutu produk. Selain itu, dibahas pula parameter pengujian seperti viskositas, pH, homogenitas, ukuran partikel, daya sebar, stabilitas, dan uji mutu lainnya yang relevan dengan standar industri farmasi. Pendekatan ini memberikan integrasi antara teori, perhitungan, dan praktik laboratorium sehingga mahasiswa dapat memahami hubungan antara desain formulasi dan performa produk. Kontribusi terhadap Pendidikan Kesehatan Dalam konteks pendidikan kesehatan, kompetensi tenaga kefarmasian tidak hanya terbatas pada pengetahuan farmakologi, tetapi juga pada kemampuan memastikan mutu sediaan obat. 

Penguasaan teknologi sediaan berkontribusi langsung terhadap keselamatan pasien (patient safety), efektivitas terapi, serta jaminan mutu produk farmasi. Penggunaan buku ajar yang sistematis dan aplikatif mendukung pembelajaran berbasis kompetensi (competency-based learning), di mana mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan formulasi dan evaluasi secara mandiri. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk bekerja di laboratorium, industri, maupun pelayanan kefarmasian. Kesimpulan Pembelajaran teknologi sediaan liquid dan semi solid merupakan komponen fundamental dalam kurikulum farmasi. 

Ketersediaan referensi akademik yang komprehensif berperan penting dalam memperkuat integrasi antara teori, praktik, dan standar mutu kefarmasian. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kompetensi formulasi dan evaluasi mutu sediaan, sekaligus mendukung pengembangan profesional tenaga kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kualitas pelayanan. 

konfirmasi lebih lanjut menghubungi contact person yang tersedia (rahimkhanrewa12@gmail.com)